Kakiku Luka

Hidup ini  menyebalkan menyenangkan sekali…

Makanya banyak hal yang patut disyukuri dalam hidup ini. Entah itu luka kaki gara2 maen bola yang nggak pake alas kaki atau luka hati gara2 seseorang..tapi klo masalah luka hati sih cepet aja lupanya..yang bikin luka nggak keliatan. tapi luka kaki gw ini..aduh!!sakit..mama tolong aku mama..

Alkisah sore hari setelah kampus tak beraktivitas lagi, sekelompok pemuda kampus memutuskan hendak bermain bola. Tapi bolanya masih belum ada..terus gimana donkk??dengan keadaan uang yg pas2an mereka memutuskan patungan buat beli bola bliter plastik. Uang pun terkumpul.

Akhirnya, jadilah pemuda – pemuda kampus itu bermain bola. Hanya dengan bermodal bola, jiwa raga yang sepenuh hati ingin mengejar bola dan lapangan jadi2an yang sebenarnya hanya teras kampus pun telah mampu membuat mereka bak superstar lapangan hijau dengan semboyan mereka : Kick dan Rusuh Rush!!

Pertadingan saat itu tanpa kiper. Gawangnya hanya sepanjang penggaris 60 cm saja yang dibatasi sepatu mereka. Tanpa alas kaki. Pertandingan kali ini antara tua dan muda (Sing Tuek ambe Sing Nom..). Tim tua berisi Arnold Victoryus (y itu gw..), Hubertus Buntoro Ajie (yang sempat dikabarkan telah dikebumikan, Ardian Prasetya (Kahima Biologi ITS dan Putut Reza (bukan penyanyi lho..hanya the next alumni..). Sedangkan dari tim muda berisi Yanuar (si sakti), Rendra (si kereta api..), Ayik (si kuda jingkrak?) dan Syahrir (si hidden mode..).

Pertandingan sore itu berlangsung alot (kayak daging aja..). Keempatan (mengadopsi dari kesebelasan) tim muda berhasil mencuri buah angka terlebih dahulu. Hal ini diakibatkan ketidaksigapan pemain belakang saat itu, sebut saja Arnold (itu kan gw??!!). Tapi dengan segera ketinggalan satu angka tersebut dapat segera di balas oleh HB Ajie.

Seterusnya pertandingan berlangsung seru. Kedua tim mengeluarkan ejakulasinya jurusnya masing – masing. Terutama tim muda memakai pemain andalannya si Sule dengan hidden mode-nya. Layaknya komputer, dengan menggunakan folder options, syahrir pun langsung tak kelihatan. Tiba – tiba saja dia bisa berada di depan gawang tim tua. Sedangkan tim tua hanya mengandalkan kerjasama dan pemain belakang terkemuka Ardian P yang siap sedia memungut bola keluar lapangan. Di tengah pertandingan tim tua mendapat tambahan pemain yag seharusnya berada di tim muda. Dahardi Matsolarvani. Tim tua jadi semakin buas. Benar saja, tim muda keteteran. Namun, lain hal terjadi cidera kepada Arnold. Saat mencoba merebut bola, jari – jari kakinya tergesek dengan halusnya tanah. Lalu darah pun berceceran. Duh nold..nold..maen hati2 napa..entar besok masih bisa maen lagi ga tu..(kata gw dalam hati..).

One thought on “Kakiku Luka

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s