Pengamatan Sore Ini

Sore ini gw, Ekho dan Ajie melakukan pengamatan di hutan kampus ITS. Sebenarnya gw ga ada niatan pengamatan sore ini. Gw ingin ngerasain tidur siang. Eh tau2nya sih Ekho sms ngajak pengamatan. Jadilah sekitar jam 4 sore gw terbangun.

Dengan agak terkantuk – kantuk gw memasukkan binokular dan buku panduan lapangan. Dengan kaos oblong seadanya dan sweater abu2 gw yang kumel, gw dan Ekho berangkat.

Udah rada lama aja nggak pengamatan (tapi nggak nyampe tahunan sih..baru mingguan aja..). Tapi skill gw jadi rada dikit tumpul. Yang penting semangat aja..^^

Pertama datang (Ajie masih belum tiba..), kami langsung tertarik aja sama burung yang terbang rendah di atas sawah. Awalnya sih gw ga terlalu tertarik. Tapi setelah gw liat2 juga kayaknya burungnya beda nih..

Lalu dengan prinsip lugu tak menentu kami pun mulai melakukan identifikasi. Awalnya..

Ekho     : Walet iki kayak e nold..

Gw        : Iy juga kayaknya..(mulai ngeliat dengan binokular..)

Gw lagi : Ah bukan nih..kyknya Layang – layang..(setelah gw ngeliat warna merah di bawah kepala..

Tapi sebatas Layang – layang belum menjawab apa – apa.

Di lain tempat tak jauh dari kami melihat layang – layang itu, kami juga ngeliat Layang – Layang yang bertengger. Lagi – lagi dengan prinsip lugu tak menentu kami mencoba mendekati..

(Hal ini mengingatkan kami dengan kuliah Perilaku Hewan pagi tadi saat dua orang pakar (mungkin) yang memasang transmiter di kerumunan Angsa Batu (Sula sp.)..tanpa ada burung2 tersebut yang berlarian..)–>>Hebat..!!

Pada awalnya kami hampir menyamai pakar2 tersebut. Dengan jarak kurang dari 2 meter kami sudah mendekati Layang – Layang tersebut. Tapi timbul masalah kecil. kami berada di depan matahari.Hal ini mengganggu pengamatan. Setelah pindah eh si burung malah kabur.

Tapi kami mendapat sedikit petunjuk tentang burung ini, yaitu ekornya menggarpu dan panjang. Maka ini antara Layang – layang Api (Hirundo rustica) atau Layang – layang Batu (Hirundo tahitica). Dan jawaban kami jatuh kepada Hirundo rustica, melihat dari ekornya..

Kemudian Ajie pun datang..(Di tulisan lain Ajie dikenal dengan nama Hubertus). Kami pun melakukan pengamatan sambil berbincang – bincang (perilaku yang seharusnya dikurangi selama mengamati burung). Lalu kamipun melihat lagi burung. Burung tersebut berada di tanah (terrestrial). Awalnya Ekho sudah mengira bahwa itu tikusan ceruling, tapi aku masih agak ragu – ragu atas hal itu. Belum lagi melihat tunggirnya yang kejingga-jinggaan..

Banyak hal yang menarik di Hutan Kampus ITS. Mulai dari populasi Blekok Sawah (Ardeola speciosa) yang membuat sarang..ataupun burung2 seperti bondol, cekakak ataupun kuntul..Lain waktu mungkin..

2 thoughts on “Pengamatan Sore Ini

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s