Hidup untuk Dihadapi bukan Dijalani..

Semboyan ini tiba2 muncul begitu aja setelah gw menjalani rutinitas hari ini. 

Muncul pas gw akhirnya bisa menikmati makanan sambil berpikir hal – hal yang gw lalui hari ini dan besok..besoknya lagi..lagi dan lagi.

Hari ini sebenarnya semua bisa berjalan dengan normal dan baik – baik saja. Gw masih bisa ketawa2 sendiri dan hai2 ke teman2 yang gw temui sambil melemparinya dengan batu senyum.

Sebenarnya buat hari ini gw udah khawatir mengingat hari ini adalah pengumpulan terakhir data nilai KP. Gw udah dapat nilai dari perusahaan tempat gw KP (Kerja Praktek) via email. Sebelumnya juga gw udah nanya ke koordinator KP klo nilai via email itu diijinin apa nggak. Ya katanya nggak masalah. Ya gw orang yang selalu melihat sisi baik seseorang dengan senang hati menanggapinya. Dan nilai KP pun diperoleh. 

Lalu hari ini pun tiba.

Aku pun sudah menyiapkan segala sesuatunya mulai dari Laporan yang lengkap udah di jilid dll. Pokoknya Mantabbb!!!

Ternyata eh ternyata..Email itu tidak bisa digunakan karena tidak memiliki keabsahan. Jurusan maunya ada cap perusahaan dan lain2nya. Ya sejenak gw stress. Gw jadi bengong.Cengok.Idiot dengan mulut ternganga.

Apa yang harus gw lakukan??OMG (Oh My God) kenapa hal ini baru terjadi sekarang. Kenapa nggak kemaren2, jadi gw siap buat ngehadapi ini semua. Tapi emang harus gini kayaknya. Ya.OK!.

Apa yang harus gw lakukan??Pembimbing gw, Pak Au, menyarankan nge-fax. gw setuju dengan saran itu. Gw pun langsung meng-sms Pak Tri Joko, Dosen lapangan yang banyak membantu gw. Tapi sms gw nggak dibalas.
Gw mau nyoba telepon, tapi gw jadi nggak berani. Di sini gw baru nyadari klo gw emang cupu (abis..), dan gw nggak bisa begini terus. Kenapa gw jadi penakut??padahal gw nggak ada salah. Gw memberanikan diri. Gw telepoin. Ternyata emang bapaknya lagi rapat jadi nggak bisa ngebalas sms gw. Tapi udah diurus untuk masalah alamat fax perusahaan. Beres lah pokoknya. 

No. fax PKT untuk K3LH pun muncul di layar hp warisan gw. Gw segera bergegas meminjam motor mas Piul menuju ke wartel terdekat untuk mengirim fax tersebut (setelah jurusan nggak bisa ngijinin gw make di tempatnya..klo emang bayar gw bersedia kok bayar..). Fax pun terkirim. Sampai di K3LH.

Gw menghubungi pak Tri kembali untuk memastikan fax nya udah nyampe atw belum. Udah nyampe ternyata. Dan segera dalam fax balik. 

Gw bisa tenang dan akhirnya nilainya udah muncul di tangan gw.  Langsung aja gw serahin ke Bu Tanti. Beres??Masih nggak tau. lihat besok aja.

Tapi gw menyadari hari ini, bahwa hidup bukan untuk dijalani tetapi untuk dihadapi. Klo gw hanya nerima begitu aja apa yang datang terhadap gw, gw hanya akan menerima hal dengan sikap pasrah saja. Tapi ketika gw akhirnya memutuskan untuk menghadapinya, gw siap dengan segala konsekuensinya..Mau makin hancur atau makin baik adalah sebuah akibat dari suatu keputusan. Dan ini harus diputuskan atau gw hanya akan hidup tidak memilih dan pasrah dengan semua keadaan.

Tidak.Gw bukan kayak gitu!. Gw adalah orang yang akan selalu mengejar sesuatu di balik pelangi.  

2 thoughts on “Hidup untuk Dihadapi bukan Dijalani..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s