Jangan berdoa terus, lakukan sesuatu..

Waktu telah menunjukkan pukul sembilan malam lewat. Di depan gerai penjual pulsa itu kami duduk menunggu hujan yang tak kunjung reda. Awalnya hanya mendung biasa. Juga hanya hendak mencari sebuah perdana CDMA. Namun rasa khawatir bisa muncul di hati siapa saja. Berpikir bahwa mendung pun bisa menyakiti siapa saja. Tapi siapa sangka setelah mendung turunlah hujan. Hujan yang kemudian membuat kami berdua menunggu.

Kedua helm telah kami selamatkan. Hanya saja motor bebek Kawasaki hijau muda itu harus bertahan diguyur beberapa menit ke depan. Di sisi pemandangan lain, kulihat hujan seperti di behind the scene klip musik ataupun film. Oleh lampu – lampu jalanan, sangat jelas sekali rintik – rintik hujan yang menderu menghujam semua yang dapat dikenainya. Waktu terus berjalan. Hujan sendiri tak semakin reda, yang ada menambah rasa khawatir di dalam hati. Sejenak aku memohon kepada Tuhan, namun dia mudah saja memotong permohonanku yang tak kunjung usai kusampaikan. Kucoba lagi, namun tetap sama saja. Dia tetap memotongnya dengan pertanyaan. Seolah – olah dia hendak mengatakan sesuatu : Janganlah hanya berdoa, lakukanlah sesuatu..!!

Hujan masih tak kunjung henti. Namun sekarang bukan hujan yang menjadi kekhawatiran kami. Gerai ini nampaknya hendak tutup. Oleh keberadaan kami berdua, sang penjual sepertinya menahan – nahan sesuatu yang seharusnya ia lakukan. Kami berdua sempat berbisik – bisik tentang ini. Dia menyuruhku menanyakannya kepada si penjual. Sebelumnya kami sempat tunjuk – menunjuk hanya untuk menanyakan hal tersebut. Akhirnya karena aku lelaki, maka aku yang bertanya. Sang penjual wanita menjawab tak masalah. Hati kami sedikit tentram untuk itu.

Hujan masih tak kunjung henti. Lalu Ibunya menghubunginya. Berada di mana dirinya ? Di kota yang asing bagi dirinya, hal yang wajar bagi seorang ibu mengkhwatirkan keberadaan anaknya. Mungkin anaknya sedang berada bersama penculik wanita yang bersedia menjual pujaan hatinya oleh karena sedikit rupiah. Atau juga bersama penjahat buron yang sampai sekarnag masih dicari polisi oleh beberapa kasus pemerkosaan mahasiswi. Tapi semuanya itu bukan aku. Aku hanyalah seseorang sederhana yang bisa menahan gejolak dalam diriku. Rasa khawatir dari ibunya juga merupakan khawatirku juga, walaupun mungkin ibunya tak mengkhawatirkan aku. Kenapa hujan tak kunjung berhenti. Lalu desakan dia dan kepalaku yang penuh ide membuatku berani memutuskan untuk kami berdua menerjam hujan ini. Suatu kebetulan, sore tadi aku diberikan kaus baru dari Ibu Rinun. Kaus baru lengkap dengan plastiknya. Kumasukan saja barnag – barang berharga kami kedalamnya. Kami pamit dari penjual pulsa dan pergi menerjang hujan malam ini.

Motor ini terus melaju melawan hujan dan genangan air di jalan – jalan kota Surabaya ini. Serasa tak peduli aku terus melaju. Tetapi dia tetap mengingatkan untuk tetap berhati – hati dan tak perlu terburu – buru. Padahal sehari sebelumnya hampir saja aku menabrak bagian belakang mobil yang berhenti tiba – tiba. Hampir saja.

Terus melaju dan berbasah – basah. Juga ditambah angin yang berhembus halus dan menggetarkan seluruh tubuhku. Aku mulai kedinginan. Tapi peduli apa, aku terus melaju demi seseorang yang berada di belakangku ini. Tak lama hujan mulai sedikit mereda perlahan. Tak lama akupun telah sampai di rumah sakit itu. Akupun menurunkannya. Hujan berhenti. Dia basah. Hanya bagian paha celananya yang tidak. Sedangkan aku, basah begitu saja. Kami saling melambaikan tangan. Akupun berlalu. Sejenak aku berpikir andai saja kami bisa menunggu sebentar, mungkin takkan basah kuyup seperti itu. Namun tak ada yang perlu kami sesali. Ini hanya menjadi pengalaman pertamaku menerjam hujan bersama seorang wanita yang pernah mengisi hatiku. Aku pernah menyukainya dan sekarang pun masih.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s