Studi Korelasi Antara Keberadaan Air dan Aktivitas Mandi Gw.

Beberapa hari yang telah lalu merupakan hari Air Sedunia. Di Jakarta, hari itu disemaraki dengan demo – demo. Hari ini di Bandung, dimeriahkan dengan mogok oleh para supir – supir angkot (nggak nyambung…). Sementara, bagaimana dengan Surabaya sendiri? Ternyata dibandingkan dengan kota – kota lainnya ternyata Surabaya adalah kota yang  cukup konsistern dan lama merayakan Hari Air Sedunia. Tapi hal yang terjadi ini belum tentu bisa mewakili kota Surabaya secara keseluruhan. Secara statistik juga belum bisa, karena sampel-nya cuman atu doank. Tapi hal ini cukup bisa untuk menggambarkan bagaimana sekelompok orang di waktu tertentu untuk merayakan yang namanya HAS (Hari Air Se-Kost).

Seminggu sebelum hari Air sedunia dan beberapa hari setelahnya di kos gw, yang namanya HAS tetap dirayakan di kos gw. Entah alasannya apa? tapi gw belum bisa menemukan alasan yang tepat. Gw cuma baru memberi hipotesis yang sebenarnya diperkuat oleh data di lapangan, yaitu kalau pernyata pemilik Kos tempat gw tinggal adalah seorang aktivitas lingkungan sayap kiri. Atau artinya dia nggak perah setengah – setengah klo ngomongin yg namanya “lingkungan”. Ha ini terbukti jelas dengan yang gw rasain beberapa minggu2 ini.

Iy, ok, baiklah. Gw jujur sekarang. Langsung ke permasalahannya. Di kos gw pemakaian airnya terbatas, karena jet coaster-nya (atw sering dibaca jet pump sama orang2) lagi angus.rusak.soak.robek (emang kertas).dan hal – hal buruk lainnya yang sangat mungkin terjadi sama yang namanya jet coaster kecil mungil lucu dan..gw bingung untuk memilih kata yang tepat..menderita kayaknya.

Sekilas perjalanan hidup si jet koster kos gw. Dia mulai muncul sekitar 1, 5 tahun yang lalu (mungkin lebih). Umur yang cukup muda untuk sebuah jet koster yang perkembangannya disama2in sama yg namanya manusia. Tiap hari hidupnya didera oleh aktivitas2 mahasiswa2 keren (terutama gw) yang butuh mandi, nyuci dan belajar (terutama mahasiswa2 politeknik yang mencoba mendiagnosa penyakitnya). Si jet koster bunyi terus2 menerus. Dia menahan sakit, tawanya dipaksakan..dia menderita. Tapi itulah dia. jet koster. Hidupnya hanya untuk memenuhi nafsu2 absurb mahasiswa2 keren. Sering dia jatuh sakit (mesinnya nggak jalan), tapi dia tetap ingin cepat sembuh. Bagi dia kami adalah tuannya yang harus dipenuhi (seperti TKW dan tuan Arab-nya). Tapi beberapa minggu ini dia diam. Kami sedih. Peduli. Prihatin.

Ya kembali ke topik. Keberadaan air yang terbatas mempengaruhi aktivitas mandi gw dan juga aktivitas2 gw yang lain. Bagaimana perngaruhnya?

Keterbatasan air membuat perubahan yang cukup drastis terhadap kemauan gw untuk bangun. Setiap alarm pagi gw bangun yang gw ingat : wah pagi yang cerah…..(ini bukan gw..). Yang gw ingat : Thanks God (kadang2 ini gw..). Baik2 yang gw ingat : Gw harus bangun. Air terbatas. dan gw pun bangun (itu klo ada alarm). Tapi belakangan, yang bikin gw cukup menderita adalah kenyataan bahwa jam di hp gw terbalik. Jadi, yang namanya nulis 05.30 itu artinya sama dengan jam setengah lima sore.  Jadilah gw bangun jam tujuh kurang melulu. Lalu yang terjadi adalah gw mendapat bagian air terbawah sedalam satu jengkal dengan luasan bak 80 kali 80 sentimeter.  Maka yang terjadi adalah kejeniusan spontan gw yang lama terpenjam menyeruak keluar. Gw mandi dengan cara seadanya. Basahin badan terus disabunin ke seluruh tubuh. Air cuma secukupnya. Rambut nggak gw basahin. Lalu selesailah gw mandi. dan air di bak masih tersisa setengah jengkal. Gw emang jenius.

 Keterbatasan air ini emang pelik banget. Bahkan sangat mungkin menimbulkan kesenjangan sosial. Bayangin aja klo anak2 se-kos sampe tahu klo di kos sebelah, anak2nya dengan seenaknya memakai air. Jiwa – jiwa rebel mereka bakal muncul dan bakal minta numpang mandi di sebelah. Tapi sejauh ini kayaknya mereka mengira kos2 yang lain mengalami hal yang sama..(gw nggak termasuk..gw pinter..cuman malas aja klo ketauan pintar).

Banyak hal positif dari apa yang terjadi ini. Salah satunya kami lebih menghargai air dan sesama. Kami menggunakan air sebutuhnya karena jet koster ga jalan dengan kesadaran yang tinggi bahwa air itu berharga. Saat mandi juga selalu teringat dengan teman2 yang lain. Gw harus make air dengan hemat mengingat ada juga teman gw yang belum mandi. Rasa empati anak2 kos gw jadi terasah. Saat makan saja mereka menyisakan tulang2 ikannya untuk para kucing. Mereka membuang sampah pada tempatnya. Meminjamkan hp-nya kepada teman yang hp-nya lagi rusak dll. Tapi itu bukan karena keterbatasan air, cuman aslinya anak2 kos gw anaknya baik2 walau kebanyakan suka nggak jelas. Coba yang ini.

Gw     : (lagi bengong nunggu mau mandi)

Oland : Bang..gw kayaknya g gereja..pilek pusing dll. bang..

Gw      : oo..y udah…(pembicaraan berikutnya nggak lanjutin)

Pulang gereja

Oland   : (dari atas loteng) Shallom bang..

gw         : Oi land…sembari berjalan masuk k kos..

Oland   : (oland bergegas turun menyusul gw)..

gw         : lagi nyoba ngebobol pintu kamar pake sikat gigi..(padahal punya kunci di kantong)

Oland   : Gmn bang..gereja rame…??

gw        : ………………………………………????? (ini paskah bung..)

 (o iy gw lupa…Oland anak kos sebelah..wajar klo kayak gitu..cuman anak2 kos gw doank yang paling normal diseantero jalanan tempat gw kos..)

Tapi ya udahlah. Banyak positifnya gara2 air terbatas. Jadi lebih menghargai si jet koster, teman2 dan juga air. Berpikir positif nggak pernah membuat gw merasa menderita oleh suatu persoalan. Air harus lebih dihargai, jadi klo air di tempat2 lo pada masih ngucur dengan bagus, puas2in dah mandi-nya. Sebab nggak ada yang bakal tau kapan lo2 pada ngalamin yang gw alamin..(upss…bukan ini tapi ya udahlah..)

Gunakan Air Seperlunya!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s