Nasi Uduk dak dik duk

31 Januari 2009

Nasi Uduk adalah nasi yang diuduk – uduk. Untuk menguduknya menggunakan udukan. Jiahaha geje…(serius – serius). Nasi Uduk adalah nasi yang dikukus dengan santan sehingga memberi cita rasa tersendiri yang membedakannya dengan nasi – nasi lainnya, seperti nasi goreng, nasi lemak, nasi biasa, nasi aking dan nasi bebek (Untuk nasi yang terakhir memang benar – benar ditujukan bagi hewan yang di sebut bebek dan bukan nasi yang disajikan dengan olahan daging bebek ataupun nasi yang disajikan bersama bebek hidup disaat kita memakannya).
Umumnya nasi uduk disajikan dengan tempe orek, mihun goreng, kerupuk dan terkadang ditambahkan bakwan ataupun tempe goreng dan lauk – lauk lainnya yang mampu menggugah selera penikmatnya. Namun ada juga nasi uduk yang lainnya. Nasi uduk yang benar – benar berbeda tanpa adanya tempe orak dan kawan – kawan. Nasi uduk yang ditemani oleh lalapan, ayam goreng dan teman – teman dari si ayam yang lainnya. Tapi antara kedua nasi uduk ini sama – sama menggunakan nasi uduk. Kalau nasi uduk yang terakhir biasanya hanya didapati mulai malam hari, sedangkan yang pertama didapati di pagi hari atau terkadang ada juga yang malam seperti yang kudapati malam ini.

Sudah lebih dari sebulan aku di Jakarta, setelah hampir sebulan juga di Surabaya untuk tes kerja yang lalu. Tapi aku bukan hendak membicarakan tentang bulan dan tes kerja. Tapi yang hendak kubicarakan adalah nasi uduk. Setelah sebulan ini, aku belum pernah merasakan nikmatnya memakan nasi uduk senikmat malam ini. Biasanya aku memakan nasi uduk saat sarapan. Namun nasi uduk yang biasa kumakan di pagi hari tidak begitu spesial karena nasinya tidak begitu khas, tempe oreknya yang terlalu kering dan mie-nya yang sedikit. Tapi aku tak membicarakan yang nasi uduk yang ini.

Lokasi aku membeli nasi uduk adalah di sekitar tikungan Kayu Mas mengarah ke gang sempit dll. (gw jelasin gimana – gimana juga belum tentu ada yang tahu). Lokasi yang biasanya aku dan teman – teman remaja gereja yang setelah habis latihan atau pulang, menyempatkan untuk mengunjungi dan makan bersama di sana ataupun di tempat lain. Penjualnya adalah seorang bapak yang sudah cukup tua dan agak terganggu indera penglihatannya. Sesekali aku dan kawan – kawan pernah melihat dia hanya meraba – raba uang dari pembeli untuk mengenali uang yang diterimanya. Tapi gangguan penglihatannya bukanlah menjadi halangan untuk melayani para pembeli. Sampai sekarang aku masih belum tahu nama bapak penjual nasi uduk itu. Dahulu mungkin pernah aku tahu, tapi aku sudah lupa.

Bapak itu menjajakan nasi uduknya menggunakan gerobak. Namun gerobaknya digunakan bukan untuk tujuan mobile keliling kampung, karena kenyataannya bapak itu hanya berjual di tempat yang itu – itu saja. Sajian nasi uduk yang bapak itu jajakan tidak berbeda jauh dengan nasi uduk yang dijual di pagi hari. Namun memang lebih banyak variasi lauk pauk yang disajikan seperti, perkedel, telur dadar, semur tahu temped dan banyak lagi.

Malam ini aku memesan nasi uduk ditambah lauk tahu semur (tanpa jengkol). Aku kebetulan mampir karena beberapa kali lewat di kawasan itu, aku sering terngiang – ngiang untuk mampir ke sana. Malam ini pun kesampaian setelah aku pulang dari warnet. Sesampainya di rumah, langsung kubuka nasi uduk yang berbungkus koran itu. Nyam..nyam..nyam..begitu bunyinya. Enak. Nasi uduknya, tempe oreknya, sambelnya, semur tahunya, uhh……Ueekkk…..ueekkk….ueeekkk….ueenak tante!!

Nasi uduk yang aku makan malam ini adalah rasa kangen yang terobati, walau tanpa teman – temanku. Nando dan George mungkin sedang berada di rumahnya atau berjalan – jalan bersama seseorang. Si Ronald masih jauh di Philipina. Mungkin di lain waktu kami bisa bertemu lagi dan menyempatkan makan di sana. Lalu begitulah sampai di sini (avm).

3 thoughts on “Nasi Uduk dak dik duk

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s