Saya + TUHAN = cukup…??

Saya + TUHAN = cukup gw dengar pertama kali pas acara Golden Ways nya Mario Teguh di Metro TV. Acara yang memberi banyak motivasi dan inspirasi bagi para penyimaknya agar dapat lebih terbuka pikiran dan lebih bahagia. Tapi di sini saya memang tidak hendak membicarakan acara tersebut, melainkan hendak menuliskan pendapat saya tentang topik Saya + TUHAN = cukup.

Mudahnya, Saya + TUHAN = cukup adalah sesuatu yang mudah dicerna. Mendekatkan diri, selalu bersyukur, dan melakukan hal – hal yang baik adalah hal yang membuat kita merasa cukup. Apa yang mau saya sampaikan sebenarnya, hal yang mudah dicerna ini adalah hal yang benar sulit untuk dilakukan. Kita mudah berbicara tentang kasih pada sesama, tapi mudah juga beraksi tidak kasih pada sesama. Lalu yang menjadi alasan dibalik dua hal yang berlawanan itu adalah tidak ada manusia yang sempurna (terlihat jelas).

Apa yang saya alami sendiri tentang Saya + TUHAN adalah = cukup adalah tidak pernah cukup. Terkadang memang mudah mensyukuri segala hal, baik maupun buruk. Di saat kita merasa cukup, bagian lain dari diri saya merasa tak pernah cukup. Tak pernah cukup dengan keadaan yang saya terima. Cukup yang saya rasakan adalah manipulasi diri. Lari dari keadaan nyata. Pasrah dengan keadaan diri yang terinjak dan tidak bangkit. Saya sesungguhnya tidak pernah sampai pada kata cukup itu sendiri. Atau tuliskan saja formulasi baru Saya + “TUHAN” =  “cukup”. Aku selalu menghindar dan terus berlari..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s