Nyoba nulis panjang2

9 Januari 2010

Ok di tanggal ini gw punya janji dengan teman gw yang sebut saja Bunga Nina. Nina adalah teman SMA gw sewaktu di mars dulu. Oleh karena suatu hal, akhirnya gw kembali ke Bumi (Nina oleh karena suatu hal akhirnya memutuskan untuk kembali ke Bumi juga).

Akhirnya kami bertemu di depan halte Arion Mall yang terletak di kawasan Pemuda sana. Dia dengan tas gantungnya, berkaos, bercelana pendek dan menggenggam sebuah buku di tangannya (belakangan ketahuan buku mimpi buku kayak harry potter gitu). Sedangkan gw masih menggunakan jubah Ksatria Baja Hitam :hammer:, tidak gw menggunakan jaket gw yang dulu2 juga dan menggunakan jeans – jeans biruuu..:hammer: (sambil dinyanyikan kayak di iklan sabun cuci itu).

Langsung saja kami meluncur menuju tkp (baca : TIM). Sebelum ke tkp, ayah saya berpesan : hormati gurumu sayangi teman untuk mencari cartidge ke toko – toko yang menjual catridge printer. Kami berhenti di lampu merah sunan giri. Nanya2 dulu dan akhirnya gak jadi beli karena kata si bapak kemahalan. Ya sudah perjalanan kami lanjutkan.

Sesuai dengan arahan nak Nina untuk menuju TIM melalui suatu jalur yang dia ketahui, maka kami mulailah menuju jalan itu. Oh iya jalurnya melalui jalan raden saleh, dan itu TIM kelewatan :)). Jadi kami coba menuju metropool (bener gak nih nulisnya). Di metropole (setelah dapet editan dari vero) langsung menuju ke tukang tiket bioskop. Ternyata untuk Sherlock Holmes-nya baru bisa liat lagi jam tujuh malam.

Ya udah kami putuskan untuk ke TIM. Kali ini, kami beneran sampai di TIM. FYI, ini untuk pertama kalinya gw masuk ke kawasan TIM. Biasanya cuma lewat aja🙂. Ketika gw mulai memasuki tuh kawasan TIM, gw merasakan hawa – hawa mistis :hammer:, nggak gw ngerasain hawa – hawa karya – karya seni apa saja yang di buat di sini. Sebenarnya sebuah ketertarikan gw tentang apa – apa aja yang ada di sana.  Lalu itu ada planetarium. Ke sana pun gw juga blm pernah😦 (dan teman gw Nina juga belum). Kira2 selama ini kemana aja ya kami ini :ngakak: gak pernah ke planetarium sekalipun.

Lalu menuju ke bioskopnya. Tiket kami dapatkan. Langsung menonton. Kayak biasa iklan2 dulu. Jadi curhat2 dulu :hammer:. Akhirnya teman gw yang masochist ini, jadian juga sama si pemeran utama AAC :hammer: Gw turut senang buat dia. Rencananya Juni nanti tuh cowo bakal balik dari mesir :hammer:.

Ok Sherlock Holmesnya selesai deh. Filmnya bagus. Lucu. Walau emang udah ketebak – tebak sih bakal gimana nih jalan ceritanya :hammer:

Selesai nonton, ya mau nyari makan. Mau makan tongseng di depan TIM. Tapi itu ujan rintik2. Tetap aja maju jalan :ngakak: dan tongseng yang di maksud ternyata nggak ada. Ya udah itu kami hendak menuju Matraman untuk mencari gudeg yang Nina maksud. Tapi di tengah perjalanan Nina berubah pikiran untuk mencoba tongseng yang pernah gw cobain sama Jhonny di dekat Polres Jakarta Timur dan itupun tutup. Untuk Gudeg yang Nina maksud, dari seberang jalan saat kami menuju Polres, pun ternyata tutup. Diputuskan untuk mencoba makanan di kawasan dekat Casablanca.

Akhirnya makan juga di kawasan Tebet (kawasan sebelum terminal Kampung Melayu). Makan sate dan kuah sup (karena emang daging2 supnya udah abis😦 ). Selesai makan, perjalanan coba di lanjut menuju Gramedia Matraman. Di Matraman liat2 buku terus nyoba nyari buku yang Nina pernah tau ada di toko buku Aksara.

Keluar dari Gramedia itu hujan gak reda – reda. Diputuskan untuk melaju terus melewati hujan yang tak kunjung henti itu. Sampai di rumah Nina, basah kuyup. Tinggal sebentar berharap hujan reda. Ditemani teh hangat, televisi, Nina, Kakaknya dan Masnya jadilah suasana yang demikian.

Kami menyaksikan John – Q di salah satu stasiun televisi swasta. Film ini berkisah tentang seseorang dengan anak yang mengalami kelainan jantung. Untuk mencangkok jantung baru dibutuhkan biaya yang sangat mahal. Pihak rumah sakit pun bertindak tidak memihak pada dia dan keluarganya. Pada akhirnya dia menyandera beberapa orang di rumah sakit. Berharap tuntutan dia agar anaknya dapat segera dioperasi. Dia menyandera orang – orang di rumah sakit dengan sebuah pistol (yang di akhir2 film di ketahui bahwa pistol itu kosong). Yang dia lakukan adalah berharap pada mukzijat, pada keajaiban. Lalu keajaiban itu datang.

Momen yang gw senang dari itu film pas si John Q (yang diperanin oleh Denzel Washington) berbincang dengan anaknya yang sedang di rawat. Ketika si Denzel memutuskan untuk bunuh diri agar bisa menyumbangkan jantungnya (ujung2nya gak jadi bunuh diri). Dia punya banyak pesan untuk anaknya. Mulai dari ngejaga ibunya, jadi anak yang baik, dan banyak hal. Sesaat, suatu saat nanti ketika gw jadi ayah, gw pingin jadi yang terbaik untuk keluarga gw. Gw pingin jadi kayak si John Q. Melakukan apa yang harus dia lakukan (walau dalam hal ini, yang dia lakukan mungkin udah kelewat bahaya juga). Menjadi yang terbaik bagi anak gw dan istri gw.

Mungkin masih sangat jauh untuk saat – saat gw menjadi seorang ayah. Tapi gw bisa memulainya dengan mencoba perhatian dengan sekeliling gw dan tentunya memiliki pekerjaan.🙂

Btw sebenarnya gw sakit2an tuh pas jalan2 ama si Nina, tapi gara2 kena ujan kayaknya penyakit gw berangsur – angsur ilang (boong :hammer:).,,iya ini beneran ilang,masa sih gak percaya ama gw :hammer:

Ya gitu dulu deh..udah lumayan panjang kan tulisan gw….:))

3 thoughts on “Nyoba nulis panjang2

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s