Hujan di Februari

Ok gw nyoba bikin sesuatu di sini. Terinsipirasi dari sesuatu dan jadilah sesuatu. Cekidot ! (awas kejedot)

Ini bulan Februari di kota kami, cuaca tidak begitu cerah dengan langit yang selalu mendung di pagi hari. Hingga sore hari, hujan akan terus mengguyur kota ini. Terus menerus berlangsung setiap hari hingga februari berakhir. Maka banyak orang menyebut kota ini sebagai keajaiban februari. Tentu saja orang – orang menganggap itu keajaiban karena memang hanya terjadi di bulan februari dan kami, orang – orang yang tinggal di kota ini sependapat dengan hal itu. Tidak sedikit orang – orang yang datang ke kota ini di bulan februari untuk menikmati keajaiban itu. Tidak sedikit juga yang datang untuk mempelajari fenomena apa yang terjadi di sini. Tapi, hingga saat ini tak satupun mereka menemukan jawaban untuk pertanyaan yang mereka cari. Terkadang rahasia alam hanya ada untuk dinikmati semata.

Aku adalah Arial. 13 Januari lalu adalah ulang tahunku yang ke – 23. Tinggiku sekitar 170 sentimeter dengan badan yang tidak begitu kurus. Jika ingin membayangkanku, bayangkan saja anggota the beatles dengan rambutnya yang demikian ditambahkan dengan kacamata berbingkai hitam. Bayangkan saja Paul McCartney + River Cuomo The Weezer (tanpa gitar tentunya).Tentu juga jangan terlalu berlebihan memandang tampan wajahku, karena memang tak tampan.

Aku tinggal bersama keluargaku di sini, di hotel kecil peninggalan kakekku, yang masih tetap menjadi sumber pendapatan bagi keluargaku. Hotel kecil ini ya biasa saja. Lobi kecil di bagian depan dan dengan menaiki tangga kau tinggal menentukan di mana kau tidur. Hanya tersedia 4 kamar kosong. Masing – masing kamar di pisahkan oleh ruang dengan tangga di tengahnya.

Di awal bulan februari ini, hotel kecil ini sudah penuh saja. Satu tamu keluar, satu tamu datang. Kami sekeluarga bekerja lebih ekstra di banding bulan – bulan lainnya. Karena moto hotel kecil ini adalah “cheers”, sama dengan hotel kecil kami ini. Jangan berpikir kata cheers di sini memiliki kepanjangan seperti kata – kata yang di sengaja memliki kepanjangan. Yang kami maksud memang cheers (mari bersulang). Nikmati hari – hari mu di sini, raihlah kenangan dan bersemangatlah. Ok ok..kalau ku jabarkan tak ada habisnya esensi dari moto itu.

————————-^_^————————–

Baru saja Tuan Bodoni melakukan check out. Tuan Bodoni selalu datang tiap tahunnya ke hotel ini, di tanggal yang sama (5 Februari) untuk menikmati hujan ketika ia akhirnya bertemu dengan Nyonya Vrinda yang berada di sampingnya sekarang. Lain waktu mungkin akan kuceritakan kenapa akhirnya mereka bisa seperti sekarang, yang jelas keduanya adalah ilmuwan.

Itu adikku, Felix. Nama pendeknya Fel, dan nama panjangnya Felix Titling. Dia baru saja selesai merapikan kamar yang telah ditinggalkan Tuan Bodoni dan Nyonya Vrinda.

“Kak, kamar sudah siap !” kata Felix kepadaku.

“Ok. thanks Fel !”, jawabku sambil tersenyum dan di balas senyum olehnya.

“Miss Helvetica..,” sahutku

“Ok. itu aku..,”, dia menyahut dan segera menuju ke arahku.

Baiklah sebenarnya gadis ini hendak ingin kubicarakan dari tadi, Miss Helvetica. Seorang gadis dengan senyum menawan yang selalu mencuri – curi pandangku yang  seharusnya aku harus fokus menjumlahkan angka – angka di buku ini. Dia telah di lobi ini sejak tadi pagi. Kukatakan padanya pagi tadi bahwa baru ada kamar kosong pada pukul sepuluh nanti dan dia memutuskan untuk mau menunggu. Belum banyak informasi yang kuketahui tentang dirinya.

“Ok Miss Helvetica, ini kuncimu, dan adikku Felix akan menunjukkan padamu kamar milikmu,” kataku sambil menyerahkan kunci kamar miliknya.

“Terima kasih…Arial !” jawab Helvetica setelah melihat papan kecil di mejaku dan sambil melempar senyumnya yang menawan itu.

“You’re welcome Miss Helvetica..,” balasku dengan senyum terbaik yang kupunya.

“Please call me Helvetica or Helve or Tica..kupikir kita sebaya,” balas dia kembali dengan wajah sedikit risih namun masih tersisa banyak senyum dari ekspresinya.

“Ok baiklah, You’re welcome Helvetica or Helve or Tica..,” timpalku lagi seakan – akan kesal.

Kami cuma bisa tertawa terbahak – bahak dan Felix tiba – tiba tertawa di akhir, tandanya pertunjukkan kecil kami harus berakhir.

“Ok,,selamat menginap di hotel ini”, kataku lagi sambil melambaikan tangan dan dibalas lambaian dan lagi – lagi senyum itu.

___________________________________

“Jadi ini kamar anda Miss Helvetica..,” terang Felix sembari meletakkan sebuah tas besar milik Helvetica.

Helvetica memperhatikan sekelilingnya. Mengamati dengan wajah polos tempat yang baru pertama kali ia datangi ini. Suara Felix tadi mengembalikan Helvetica ke dunia nyata. “Oh, ok terima kasih Felix, ini untuk kamu..” Helve memberikan sejumlah uang kepada Felix.

Felix menolak dan menjelaskan bahwa di hotel kecil ini, keluarganya tidak menerima tip. Felix memutuskan untuk berlalu meninggalkan Helve.

Helve sejenak memperhatikan lagi ruang ini sembari memasukkan uangnya. Dia merasa pernah melihat ruangan ini. Entah itu dimana. Entah tersadar, dia mulai membuka kamar miliknya dengan kunci yang diberikan Arial tadi. Kamar miliknya berhadapan langsung dengan jalan. Melalui jendela kamar ini, dia bisa dengan puas memandang hujan yang tak kunjung reda hingga sore nanti. Tetapi Helve memutuskan untuk merebahkan dirinya di atas tempat tidur itu dan memilih untuk terlelap.

___________________________________

Sore hari pun datang. Sore hari ketika hujan reda di kota ini. Beberapa saat sebelum matahari meninggalkan kota ini beranjak ditemani bau tanah yang khas. Sisa rintik hujan di daun – daun. Ketika orang – orang di kota ini mulai beraktivitas di luar rumah. Ketika menuju gelap, kota ini terang oleh lampu – lampu kota dan rumah – rumah. Dipenuhi bincang, tawa, bahkan isak tangis di jalan -jalan. Hanya untuk bulan februari ini ketika hujan turun hingga sore.

Sore ini, aku menuju ke toko Candara seperti biasanya membeli sayur – sayuran dan macam – macamnya untuk makan malam tamu hotel kecil kami. Toko Candara terletak 4 rumah dari hotel milik kami. Aku berjalan sembari menikmati suasana khas sore ini.

“Hey Arial, kamu mau kemana..?” teriak wanita yang tak lain dan tak bukan adalah Helvetica, dari jendela atas kamar hotel kecil itu.

“Hey Helve, aku mau ke toko sebentar, tak jauh dari sini..” balasku sambil melambaikan tangan.

“Tunggu aku, ada sesuatu yang juga mesti ku cari..”, kemudian Helve segera bergegas.

Sekarang aku dan Helve berjalan berdua di sisi jalan menuju toko Candara. Berbasa – basi seperlunya hingga akhirnya mereka tiba di depan toko. Aku langsung menuju ke lokasi bahan – bahan memasak sedangkan Helve menuju ke bagian yang kurang kuketahui juga. Kami bertemu lagi di loket. Kupersilahkan dia mendahuluiku untuk membayar barang – barangnya. Ternyata dia membeli cat – cat berwarna. Ok, saat ini aku putuskan bahwa dia adalah seorang pelukis. Aku membayar barang – barang belanjaanku.

Kami kembali berjalan menuju ke hotel kecil keluargaku. Aku mencoba memulai pembicaraan. ” Jadi kau adalah seorang pelukis..?” tanyaku.

“Ya..”, jawab Helve sembari melihat sekitar.

“Kakekku juga seorang pelukis, kalau kau memperhatikan ruang yang memisahkan tiap kamar, kau bisa melihat karya – karyanya..” jelas Arial kemudian.

Helve kemudian teringat perasaan saat ia memperhatikan ruang itu. “Memang siapa kakekmu ?” tanya Helve.

“Namanya ? Edessa. Estrangelo Edessa. karyanya tidak sedikit dapat kau lihat di kota ini. Di hotel kecil kami, di balai kota, bahkan di beberapa kota di luar kota Februari ini. Peninggalan kakek yang lain selain karya lukisnya adalah hotel kecil ini.” Arial kemudian berhenti di depan hotel kecil keluarganya itu.

“Hmmm…pantas saja aku seperti kenal dengan karya – karya di ruang itu, selain terakhir di ruang itu, aku pernah melihatnya di stasiun kereta dan mungkin salah satu karya kakekmu ada di rumahku..” terang Helve menjawab keheranannya sendiri.

“Oh ya..?”, tanya Arial yang sebenarnya tak membutuhkan jawaban.

Keduanya kembali memasuki hotel.

__________________________________

8 thoughts on “Hujan di Februari

  1. weh,,,,, akirnya banyak not nulis yang kayak luasan persegi (panjang dikali leber)…..
    MataB Gan!!!!!!,,,,

    weblog Q dilink yah bang,,,, blogx bang not udah Q link,,,,,
    Thx,,,,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s