M E N G E L U H

“kenapa mesti gw?”

“nyebelin banget sih nih piring bentuknya bulet gini” ”

“kesel gw liat nih monitor bentuknya kotak”

“bla bla bla..kenapa mesti bla bla bla..ngeselin banget sih..kenapa nggak wkwk e e”

Keseharian hidup manusia (mungkin) takkan terlepas dari yang namanya mengeluh, mengeluh dan mengeluh. Keseharian hidup manusia (mungkin) takkan terlepas dari yang namanya masalah, masalah dan masalah. Ketika kenyataan tak sesuai keinginan, maka (masih mungkin) muncullah masalah dan (lagi – lagi mungkin) salah satu saluran pelampiasannya adalah berbentuk mengeluh.

Kedapatan muka terlalu ganteng ? mengeluh. Dikasih Tuhan cewe yang sangat labil ? mengeluh. Temen larinya lambat kitanya cepat atau sebaliknya ? mengeluh. Tiba – tiba AC/kulkas mati di kamar ? ya tinggal nyalain aja :hammer:. Tiba – tiba di jalan nemu uang seratus ribu ? Puji Tuhannn :hammer: Tiba – tiba saat ini juga Tuhan memintamu kembali ke pangkuanNya ? (jawab di dalam hati masing – masing aja)

Seberapa efektif sih mengeluh bisa menyelesaikan masalah kita ? menurut Hukum Newton I tentang Inersia (CMIIW), benda yang bergerak cenderung akan terus bergerak. Jadi jika diibaratkan mengeluh adalah sebuah benda, maka dengan kita mengeluh, kita cenderung hanya akan berputar – putar di situ – situ saja. Kita memang  kemana – kemana cuman jalur yang kita lalui itu – itu saja. (Jadi ingat praktikum fisika dasar pas semester 1 waktu kuliah dulu tentang momen inersia, ketika sebuah roda di putar dan tak kunjung – kunjung berhenti, yang ada malah gw yang males ngeliatin tuh roda gak berhenti2). Intinya mengeluh takkan menyelesaikan masalah kita.

Namun demikian, Hukum Newton gak cuman Hukum Newton I saja, terima kasih kepada si apel yang terjatuh yang menyebabkan rasa kaget yang muncul dalam benak Newton :hammer: (yang ini aseli sotoy ngarang abis) sehingga = akhirnya muncul Hukum Newton III tentang aksi – reaksi. Jadi ketika sang apel jatuh di atas kepala Newton itu merupakan aksi, sedangkan reaksinya adalah kagets, tersadar dari lamunannya tentang kenapa bisa ada yang namanya angin (lagi – lagi gw sotoy).

Maksud gw di sini (sebenarnya penafsiran terhadap Hukum Newton III dikaitkan dengan mengeluh bisa multitafsir), karena yang namanya mengeluh itu cuman buat kita berputar – putar bak roda yang  tak kunjung berhenti di praktikum fisika dasar I, maka kita butuh yang namanya gaya gesek biar yang namanya mengeluh itu berhenti.

Kalau di Hukum Newton I benda yang terus menerus bergerak itu gayanya (massa x percepatan) adalah nol. Maka udah ketahuan kenapa nilainya bisa nol karena gak ada yang namanya percepatan (zzz, mulai nyinggung2 Hukum newton II nih :hammer: tapi jangan kesana dulu lah).

Nah kenapa Hukum Newton III, karena kita mesti menghentikan benda (baca : mengeluh) yang bergerak ini. Kalau kembali ke praktikum fisika dasar I tentang momen inersia (zzz..), tuh roda gampang aja ngeberhentiinnya, bisa tahan pake tangan, bisa di stop pake kaki juga (intinya ada gaya gesek), tapi yang jelas tuh roda gak bakal berhenti klo kita cuman ngelambaikan tangan kita bak men-stop sebuah angkot.

Nah untuk menghentikan benda itu secara total hingga benar2 berhenti, ada yang namanya perlambatan (zzz,,,malah keasikan ngomongin fisika gw jadinya :nohope: ). Seberapa besar perlambatan yang di kasih akan menentukan berapa lama si benda akan benar – benar berhenti.

Jadi intinya, jangan mengeluh (gw baru sadar kalau gw emang benar2 jenius setelah menarik kesimpulan kayak gini :hammer:). Kalaupun emang udah terlanjur suka mengeluh bak roda yang tak kunjung berhenti, kita butuh menghentikan itu semua. Emang gak bakal sepenuhnya ketika kita pengen berhenti mengeluh terus tiba – tiba bakalan nggak pernah ngeluh. Setidaknya kita harus mengurangi yang namanya mengeluh. Pelan – pelan saja kalau Tantri KOTAK lagi bernyanyi.

Satu – satunya karya Tuhan yang membuat manusia begitu penting adalah manusia dikaruniai yang namanya pikiran. Sayang sekali rasa – rasanya bila Tuhan menciptakan pikiran hanya untuk mengeluh, mengeluh dan mengeluh. Jelas sekali rasa mengeluh ini Tuhan ciptakan juga, tapi coba kita buat kata hanya untuk “mengeluh, mengeluh dan mengeluh” menjadi “mengeluh, berpikiran positif, bersyukur, berterima kasih, berpikiran positif, berterima kasih, bersyukur, berterima kasih, bersyukur, berpikiran positif,…….(mengeluhnya entah mau muncul kapan).

Baiknya masalah yang datang menjadi sebuah cerita yang ketika kita bagikan  menjadi hal yang positif dan menginspirasi bagi sesama🙂. Tapi kalaupun memang tak bisa demikian, baiknya masalah yang datang menjadi sebuah cerita yang bisa selesaikan bersama (sendirian juga boleh sih kalau emang bisa).

Malam – malam gini emang gw hobi banget nulis2 hal – hal ngelantur kayak gini :nohope:

zzz.

2 thoughts on “M E N G E L U H

    1. hehehe…iya om..fokus dan bersyukur membuat segala sesuatunya lebih mudah untuk dijalani..terima kasih sudah berkunjung
      God bless

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s