Bertemu seorang teman SD

Masa SD adalah masa – masa yang cukup menyenangkan buat gw (dan percayalah masa SD tetap masa yang menyenangkan setelah gw selesai menulis tulisan ini). Walau setelah lulus SD gak ada satupun teman SD gw yang nemenin gw sekolah di SMP yang sama.

Kemarin, teman SD gw (seorang cewe) ngajak ketemuan. Udah lama juga gak pernah ketemu. Terakhir ketemu ya SD mungkin. Kadang chat lewat FB tapi gw sendiri juga udah lumayan jarang chat lewat FB.

Selanjutnya ya gw menyetujuilah. Gw juga pengen tau gimana kabar teman gw yang satu ini. Janjian deh kita ketemu di depan Toko Buku Gunung Agung Arion.

Ketemu deh. Tampangnya masih nggak berubah, masih seperti dulu cuman dengan gaya rambut yang berbeda. Dulunya rada – rada kribo, sekarang malah udah lurus2 aja. Oh iya, dia bareng teman sekolah minggunya. Terus bentar ke gunung agung nyari – nyari buku belajar membaca.

“Buku belajar membaca ?”, itu sebuah tanya dalam hati gw. Selanjutnya ya sesuai dugaan – dugaan.

Lalu berjalanlah kita bertiga ke area buku yang mbak2 TGA tunjukkin. Ada banyak buku, dan akhirnya ketemu buku yang mau dibeli, ‘Belajar membaca, menghitung dan mewarnai’ CMIIW.

Dari situ terus ke McD. Nih juga pertama kali nongkrong di McD Arion setelah sempat berganti nama jadi jack2 gitu. Teman sekolah minggunya pulang dulu, mau mandi katanya tapi pasti datang lagi.

Ya tinggal gw ama dia aja. Dia pesan minuman dan gorengan perancis. Terus gantian giliran gw mesen.

Selanjutnya ya cerita – cerita deh. Gw orangnya tergantung banget ama lawan bicaranya siapa. Klo dianya senang bicara, gw biasanya lebih banyak nyimaknya. Klo dianya banyakan diamnya, otomatis gw yang banyak bicaranya. Tapi ya nggak juga sih sebenarnya, tergantung kondisi jiwa gw saat itu juga sebenarnya.

Dari perbincangan gw ama dia banyak banget hal yang bisa gw serap. Percaya nggak percaya ya gw gak tau apa2 tentang kehidupan yang dia jalanin. Yang palingan gw tau tentang ayah dia yang meninggal akibat stroke. Itu juga gara2 dia sempet cerita pas awal2 ketemu di FB.

Selanjutnya, apa yang gw bicarain ama dia erat kaitannya sama yang namanya “belajar membaca, menghitung dan mewarnai”.

Ternyata dia udah punya anak (dua orang). Dan sekarang dia menjadi seorang single parent. Suaminya ? belum masuk ke dalam bumi kok. Teman gw ini mutusin untuk pisah setelah segala pertimbangan – pertimbangan yang matang (pisahannya dibantuin sama teman sekolah minggunya). Gw turut prihatin dengan apa yang dia jalanin dalam hidup ini. Ditinggal ayah, MBA, suami gak bertanggung jawab dan sekarang single parent. Tapi dari semua itu gw bersyukur dia nggak patah semangat dan tetap semangat ngejalanin hidupnya.

Gw belajar banyak malam ini. Bagaimana nantinya jika gw menjadi seorang suami dan menjadi seorang ayah. Banyak bangetlah.

Sekarang teman gw lagi dekat dengan teman SMP-nya. Ya semoga Tuhan menunjukkan yang terbaik buat dia.

Maaf ya ringkas banget jadinya, aselinya puanjaaaaaang banget nih cerita, but i keep it to my self in the sun ajalah klo kata she & him. Versi panjangnya bisa di cari di toko buku terdekat (klo nemušŸ˜€ ).

pesan moral :

jangan pernah patah semangat, karena di luar sana, orang – orang yang hidupnya lebih banyak masalah dari kita mereka nggak patah semangat. Malu ah mengeluhi hidup, sedangkan dia yang banyak masalah nggak (banyak) mengeluh.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s