Image

Amin main gundu

Di siang yang tidak begitu terik. Kami bocah – bocah yang tidak lagi bocah bermain kembali dengan permainan masa kecil kami. Main kelereng, gundu, guli, dan nama – nama lainnya yang merujuk pada kelereng.

Adalah Iqbal anak ibu warung sebelah kantor. Sangka tak disangka – sangka ternyata Iqbal memiliki banyak gundu (gw orang jakarta nyebutnya gundu). Mulailah Amin (yang lagi jongkok di gambar) yang ngajak main berdua sama Iqbal. Terus gw ikutan. Terus mas Agus ikutan dan terus si Aji ikutan. Jadilah acara kumpul bocah main gundu.

Masa kecil gw dan teman – teman emang nggak lepas dari mainan – mainan macam gundu bekel sampe gambaran. Masa kecil yang menyenangkan. Gw nggak pengen ngebandingin masa kecil gw dengan anak – anak sekarang. Buat anak sekarang gw rasa orang tua mesti banyak ambil peran biar anak – anaknya nggak cuman nongkrong di depan komputer, tablet atau layar hape.

Jadi kemarin kita main apolo dulu, terus maen bundaran seperti kayak gambar di atas. Mainnya simple aja. Dengan gundu jagoan yang kita punya kita hajar semua gundu yang ada. Disini maksudnya gundu yang ada di dalam bundaran dan gundu jagoannya musuh.

Untuk gundu yang ada di dalam bundaran kita bebas menembaknya sesuka hati hingga dia keluar dari bundaran. Tapi keluar dari bundarannya pun ada syaratnya, yaitu di luar jengkal tangan teman yang sudah ditentukan sebelumnya. Kalau sudah di luar jengkal, maka gundu tersebut sah untuk diambil.

Untuk gundu jagoan musuh, ketentuannya kita sudah memiliki anak dulu (sudah mengeluarkan gundu di bundaran min. 1) baru bisa menembak gundu jagoan musuh.

Begitu seterusnya hingga hanya tinggal jagoan kita saja yang tersisa dan berhak untuk semua gundu yang ada di bundaran (termasuk gundu yang sudah dikeluarkan orang lain.

Main gundu dulu dan sekarang udah banyak bedanya. Dulu badan kecil dan menyenangkan sekali rasanya untuk jongkok. Kalau sekarang udah kehalang perut. Terus main gundu ini udah setara dengan lari – lari jogging 1 km. Belum main lama aja udah keringatan.

Iya itu aja dulu.

telat. Selamat Hari Pahlawan. Selamat ulang tahun almamater saya, Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya.

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s