Berangkat dari keinginan. Keinginan menuju sebuah pulau dan menikmati pantai, sekelompok orang berencana. Namun rencana tinggal rencana. Keinginan menuju Pulau Maya di kawasan Karimata tidak kunjung terjadi. Kecewa.

Berangkat dari kekecewaan, Gw dan Eko menentukan sikap sendiri. Kami berangkat saja berdua. Setelah ini itu dan info – info maka kami memutuskan menuju Pulau Randayan. Ada beberapa hambatan, karena mendekati hari keberangkatan ada saja meeting dengan para bos. Tapi akhirnya tidak begitu berarti.

Kamis pagi (5 Juni 2014) kami berangkat. Kami membawa motor masing – masing. Ngeng..ngeng..ngeng..di perjalanan menuju Pontianak motor gw sempat dan sering ngadat. Kebanyakan air di tangkinya. Sempat di sedot beberapa kali

20140605_113742
bensin, air dan tanah

 

Perjalanan dilanjutkan dengan beberapa kali ngadat lagi hingga ketemu pom bensin dan seterusnya hingga sampai di Kost Mas Agus, di Pontianak.

 

Setelah sampai kami istirahat sejenak. Lalu melanjutkan pencarian trangia (ini merk) untuk masak – memasak kami. Tidak ketemu. Kami mencari yang kecil. Kami belanja di hypermart. Yang kami beli saat itu untuk perjalanan kami diantaranya,

1. Indomie goreng rendang 2

2. Sejenis oats 1 bungkus merk value

3. Energen lupa beberapa bungkus

4. Sambal sachet

5. Bubur instan 1 plastik isi 2.

6. Gelas besi (yang berfungsi jadi wadah memasak pada akhirnya)

7. dll

Ya itulah barang – barang seadanya kami untuk menginap semalaman di Pulau Randayan. Barang – barang lainnya ketemu di toko pinggir jalan.

Jumat pagi kami siap – siap berangkat dari Pontianak.

20140606_061706
oh yes i we are ready

 

20140606_062719
suasana Pontianak di Jumat pagi di perempatan Bank Sinarmas. Masih sunyi.

 

Sebelum memutuskan perjalanan ke Randayan, gw udah browsing dan tanya – tanya. Untuk ke Randayan kami mesti ke Teluk Kuak (beberapa puluh kilo seterusnya adalah Singkawang). Dengan motor Mega Pro masing – masing, kami melaju meningggalkan Pontianak menuju Teluk Kuak. Kami sampai sekitar 10 pagi kurang. Perjalanan sekitar 3 jam kurang.

Sesampai di Teluk Kuak kami naik Klotok untuk ke Randayan. Per kepala seharga Rp. 35000.  Untuk motor kami titipkan di warung depan dengan harga per malam Rp.5000.

20140606_092601
Eko dan Teluk Kuak

 

Dari Teluk Kuak menuju Randayan membutuhkan waktu sekitar 2 jam (kondisi normal). Dalam perjalanan kami melewati beberapa pulau. Klotok nampaknya sudah menjadi transportasi masyakarat pulau untuk berhubungan dengan pulau besar Kalimantan. Banyak jermal – jermal berdiri di tengah lautan. Di pulau – pulau banyak terdapat pohon kelapa.

 

20140606_113124
Klotok

 

20140606_114121
masyarakat pulau yang dijemput menggunakan perahu kecil. Kami coba bantu dorong..hihihi

 

20140606_113426
Jermal. bukan pilem Pak Didi Petet ya.

 

Akhirnya kami sampai di Pulau Randayan. Dari kejauhan sudah ada rumah – rumah permanen. Ternyata itu penginapan. Kami melalui jembatan panjang yang menuju Pulau. Lalu kami menelusuri pulau kecil ini. Nggak sampai setengah jam untuk mengitari pulau ini. Ada pantai berpasir, ada pantai yang berbatu, ada juga terumbu karang. lengkap pulau kecil ini. Tapi memang kealamian itu agak terganggu dengan banyaknya sampah. Entah sampah siapa. Seharusnya selain bisa menikmati harus bisa juga menjaga.

Di beberapa titik di Pulau yang sudah dibangun Resort terdapat jalan – jalan yang rubuh.

 

20140606_133036
masak – masak
20140606_164702
alat memasak kami. gelas besar. belahan kelapa. karang bercabang, serabut dan spritus.

 

20140606_142628
El Nur Sabah mau ngangkat laut

 

20140606_145409
Ntuh di bawah terumbu karang.

 

20140606_131223
Pantai berpasirnya

 

20140606_131344
pantai batunya

 

Setelah berkeliling. Kami sadar kami nggak punya air. Untung ada warung. Warung pak Aku(h). Beliau bilangnya sih penghuni pertama Pulau Randayan. Sembari beli air sembari dengar – dengar cerita si bapak yang sudah dari tahun 70an disana. Beliau keturunan Tionghoa. dulunya pengrajin emas di Singkawang. Terus punya istri orang Melayu Sambas. Istrinya sekarang di Ambon. Banyak deh ceritanya.

Setelah membeli persediaan air secukupnya kami kembali ke Pantai berbatu. Di atas pantai berbatu adalah tanah yang cukup keras dan bagus untuk mendirikan tenda. Setelah menenda kami menyiapkan makan malam dan api unggun. Sambil ngobrol – ngobrol terdengar suara mesin kapal yang mulai menuju ke jermal – jermal.

Suara ombak, deru angin, bintang di langit menimbulkan perasaan yang terkatakan. Menutup mata diterpa angin sembari tersenyum. Seterusnya hingga kami pun harus tidur.

20140606_162549
Pak Aku(h) a.k.a Kurniadi

 

20140606_171821
Rumah kami

 

20140606_183146
Makanan kami. oats.bubur dan mie goreng rendang beralaskan daun pisang dan kelapa

 

20140606_192236
api kami

 

Ya terus paginya bangun mau liat sunrise cuman kagak dapet. Kami masak – masak. buang air. packing dan menuju ke jembatan. Lalu kami melihat klotok yang berlalu begitu saja. Nampaknya takkan cepat sampai ke seberang. Jadinya duduk – duduk. Eko sambil mancing dapet ikan. Dibalikin lagi ke laut cuman udah rada sekarat warnanya.

Tetapi jadinya dapat speedboat. Speedboat dari Pantai Pasir Panjang yang membawa logistik mampir. Ini hari Sabtu kemungkinan pengunjung lebih banyak. Dia mau mengantar kami ke Teluk Kuak dengan 100 ribu per orang. Tidak masalah, kami juga perlu.

20140607_064611
jembatan dermaga. Dulunya masih terbuat dari kayu. sekarang beton.
20140607_064621
beberapa meter dari bibir pantai terdapat payung peneduh kayak beginian.

 

20140607_072816
hasil pancingan bermodal kail, benang dan umpan pinjeman

 

20140607_071829
maaf. anu kiri bawah itu jari saya

 

Dan begitulah perjalanan kami di Pulau Randayan. Kami menikmatinya dan mensyukurinya. Cuman kalau bisa Pulau kecil ini bisa lebih terurus.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s