Ke pinggir Hutan.

Ke pinggir hutan adalah kegiatan baru – baru ini yang gw lakuin. Gak jauh dari kantor. Hutannya ini adalah hutan koridor. Penghubung dua konsesi. Cukup berjalan kaki sebentar dan sampai deh.

Pinggir hutan tempat yang bagus buat merenung. Buat jernihin pikiran dan banyak hal. Hutan selalu mengingatkan gw akan pesan dari seorang mentor di Riau dahulu tentang tiga anak yang masuk ke Hutan. Tiga – tiganya punya kesan yang berbeda – beda. Ada yang biasa – biasa aja. Ada yang ketakutan dan ada yang melihat banyak hal.

Buat gw. Banyak hal yang bisa didapat di pinggir Hutan. Dari berdiam diri saja kita udah bisa nikmatin kicauan burung – burung. Ada burung madu, falconet, merbah, cabe, dan banyak lagi. Lebih tenang lagi, kita juga bisa mengamati tingkah laku tupai yang naik turun dari ranting satu ke ranting lain. Dan rada serem ya tadi sore. Suara orang utan sahut – sahutan cuman wujudnya nggak keliatan. Kurang beruntung. Ingin langsung rasanya melihat orang utan di alam. Tapi nggak pake dikejar – kejar orang utan. Ya semoga nggak cuma lihat dari kamera teman aja.

Udah ah gitu dulu. Banyak selingan susah fokus.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s