dibungkus jadi banyak

Umumnya kalau beli makanan dibungkus akan lebih banyak apabila dibandingkan dengan kita membeli dan makan di tempat. Di rumah makan Padang katanya sering begitu. Tidak semua masakan jualan yang begitu. Kalau beli ketoprak tidak begitu, gado – gado juga tidak. Biasanya ya pas – pas saja. 

Lalu sama halnya dengan rumah makan Padang adalah mie goreng Balige. Nama tempatnya Bakmi Balige, ada di sekitaran Pulo Mas. Saat membeli mie goreng dan makan di tempat, porsinya ya sepiring cukup. Berbeda halnya ketika beli dibungkus. Ketika sampai rumah dan mulai memakan akan muncul pertanyaan, “kok banyak bener ?”.  Rasa – rasanya ingin bertanya kepada mereka kenapa bisa begitu. Yang paling gampang disyukuri saja dan bertambah gemuklah.

Terkait mie goreng Balige, secara kualitas masih terjaga. Indikasinya jumlah potongan daging babinya masih lebih banyak dibandingkan potongan hati babinya. Beda halnya dengan mie goreng Siantar di sekitaran Terminal Rawamangun yang kebanyakan adalah potongan hati babi dan bakso. Ya semua hanya berdasarkan pengamatan aja sih. Ndak tak riset pake metode ini itu atau sampai signifikan enggaknya jumlah potongan daging babinya terhadap kepuasan pelanggan. Tapi kalo penikmat mie goreng dengan selipan – selipan daging babi diantara mie-nya, jelas selipan – selipan ini penting. 

Sekian.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s