Pelayanan di Hari Minggu (reporting in)
Hari minggu (20/12) yang lalu, Adoramus te Christe Choir (ACC) melakukan pelayanan ibadah di acara Natal Naposo HKBP Rajawali. Berikut laporannya.
Cuaca pagi itu begitu cerah, burung – burung berkicau, awan masih tetap putih dengan latar langit yang biru, terik pagi mencuri – curi masuk lewat jendela di hari minggu itu.
Tapi..bukan tentang hari yang pagi itu yang hendak gw bicarakan, tapi tentang sore dan malamnya.
Baiklah….
Waktu menunjukkan pukul 3 sore. Gw dan adik gw chandra telah tiba di depan rumah bang cius. Gw pergi dulu sebentar ke pom bensin untuk mengisi bensin tentunya :hammer:
Setelah gw kembali ke tempat bang cius, ternyata udah ada Irna.
==Baiklah sejenak kita bercerita tentang Irna.
Irna adalah seorang wanita. Udah gitu aja…(selingan yang cukup singkat)==
Ya ternyata sudah jam 3 dan baru gw, adik gw, Irna, dan Bang Cius yang baru ada di rumah kediaman keluarga Marbun (btw bang Cius tinggal di situ
) )
Ya dengan tidak berinisiatif gw mulai mengirimkan sms ke teman2 yang belum datang..(buat yang dapat sms gw diakhiri dengan salam st dua gelas..).
Perlahan tapi pasti, teman – teman lainnya mulai bermunculan. Mulai dari ganda campuran Maruli dan Grace, disusul ganda putra George – Gito, Tunggal Putri TiaMarbunAdiknyaBangCius, Dina dan Agiest, ganda campuran adik kakak Milla – bang Franky, ganda putra Nando – Gito (iya itu Gito nyoba pasangan lain
) ), dan harapan terakhir tunggal putri ACC, Ruth Hyon Ho..:)).
Ya akhirnya sudah terkumpul semua, bikin rumah – rumahan yuk..:hammer:
Ya rencana awal kami hendak berlatih sejenak sebelum meluncur ke tkp. Tapi itu karena jam di dinding, di hape, di supermarket dan di tempat – tempat lainnya di dekat situ sudah menunjukkan pukul empat sore, ya mau nggak mau langsung meluncur ke tkp.
Rombongan di bagi menjadi dua geng, geng motor dan geng mobil. Geng motor ACC terdiri atas cowok2 ganteng multi talented. Sedangkan geng mobil dipimpin oleh seorang wanita gaek kenamaan di seantero pendengar pop melayu se pesisir sumatera, Milla yamilla…:))
eace: (ya itu di mobil juga terdiri atas cewe2 dan cowo2 multi – talented..sengaja di tulis begini biar kedengarannya nggak timpang aja klo dibandingin geng motor ACC).
Menelusur jalan – jalan ibukota, melakukan dua putaran nggak penting, akhirnya kawan2 geng motor ACC sampailah di HKBP Rajawali yang tak lama kemudian telah disusul oleh teman2 geng mobil ACC.
Saat kami sampai di sana. Nampaknya itu panitia sedang sibuk menyiapkan segala sesuatunya sampai2 kami mencoba menelantarkan diripun tak ada yang memperhatikan (backsound : mari menyusun seroja buunga serojaaa..aaaa…)
Ya akhirnya kami duduk di dalam gereja dan meletakkan hal – hal yang mungkin perlu untuk diletakkan dan kemudian mulai berlatih di luar.
Ni ne no ha ha ha ha ha…(o itu kami sedang kepanasan pemanasan. Jadi nggak usah heran.
Selesai berlatih sebentar, kami kembali ke dalam gereja. Ee kemudian itu muncul Kak Evi dan Inang Marbun. Acara natal sendiri di mulai sekitar pukul 5 lebih mendekati 6.
Acara di buka oleh MC kocak, Arie untung anak HKBP Rajawali..(iya bukan ya).
skip.
skip.
skip.
skip.
skip.
skip.
skip.
skip.
skip.
Nah itu giliran Naposo HKBP Slipi 21 untuk memberikan persembahan pujian. Setelah itu barulah kami ACC yang bernyanyi.
Eit tunggu dulu, jangan sampe salah sangka. Saya bukan pelatih apalagi dirijennya. Saya cuma pengisi suara bass aja….:))
Pujian yang kami bawakan saat itu adalah Carols of the Bells + Deck The Card Hall. Dari awal hingga pertengahan lagu, sejauh itu lancar2 aja, hinggaa….gw mulai mengambil nada lebih awal di akhir lagu
( (untung gak gede2 amat suaranya…). Ya itu terjadi karena saya sama terpukaunya seperti jemaat lain yang terpukau melihat kami. Pelajaran no 33 : saat bernyanyi usahakan tidak terpukau dengan para penonton yang terpukau, karena hal tersebut dapat menyebabkan kecepatan ambil nada, atw efek yang paling parah adalah lupa menyanyi dan diam di tempat sampai pagi datang menjelang). Syukurlah saya cuma kena sampai pra stadium…:)) (shame on me…)
Ya acara di lanjut dengan drama musikal (musikal bukan ya…??) tentang si Bondan (iya itu Bondan orang batak). Selalu di akhiri happy ending. andai saja to be continued hingga tahun depan mungkin akan lebih menarik. Jemaat yang datang bakal mengingat – ingat. Yang dulu gak sempet datang, bakal nyari2 cd/dvd-nya kemana2 karena gak mau terbengong2 pas nonton dramanya…:))
Lalu di lanjut pendeta Berkhotbah dan selesai itu acara kebaktian.
Selesai kebaktian di lanjut ramah tamah. Dimulai dengan kata2 sambitan sambutan dari beberapa pihak. ACC nyanyi lagi bawain lagu sigulempong.
Sekian dulu.
I hope i’m in good mood.
2 comments December 22, 2009
Ini Desember (Dengan Semangat dan Bersama)
wah tau deh nih bisa nulis dua postingan gak ya dalam sehari. Gak tau lah..dulu nyoba gak bisa.
Desember adalah bulan terakhir di tahun masehi (kira2 ada yang gak tau gak ya soal ini??). Memasuki bulan desember ini diawali dengan awal pertama bulan yang dimulai dengan tanggal 1 (kira2 klo yang ini masih ada yang gak tau gak ya..??). Klo di bulan desember ada hari natal pada tau nggak ya..?? (not udah deeehhh…..)
ok ok..let’s be serious.
Ya di bulan ini gw hendak mulai bercerita tentang seseorang (cie cie cie) yang kebingungan dengan sesuatu yang disebut sepatu. Ok gw coba bantuin dia, sepatu adalah…lho kok??. Gini suatu hari gw dan dia pergilah ke suatu mall antah berantah yang ada di kawasan kelapa gading. Di sudut – sudut toko sepatu di sana telah ada coretan2 kecil “m*** was here”. Wow inikah cara wanita menandai daerah kekuasaannya? tentu tidak. .itu cara dia menghormati toko2 yang telah di kunjunginya :hammer: (tapi ini boong. beneran.)
Dari toko2 sepatu yang telah di kelilinginya terdapatlah 3 sepatu yang selalu mengganggunya siang dan malam, menyelinap di sela -sela mimpi indahnya, membisikinya tentang janji2 najong tentang keindahan..(kok??). Ketiganya ingin hendak ia miliki. Sayangnya plan2 di kepalanya juga adalah hal yang harus dipikirkan juga. Impiannya untuk pergi ke bulan, impiannya memiliki rumah di dasar laut, impiannya punya kamera keren itu,dan rencananya ke negeri elly thran itu.
Gundah, gelisah, lara, keringetan, mules, pusing, pegel2 dan kepedasan meliputinya. Tapi jelas ini gak ada hubungannya sama 3 sepatu itu. Ya tapi gw tau dia yang terbaik untuk dirinya. Sama ketika akhirnya gw memutuskan tidak menyiksa tubuh gw karena idealisme sempit di kepala gw ini.
Jadi gw nyoba nulis sesuatu deh buat dia judulnya 3 sepatu.
3 sepatu
“Hey belilah aku, kau tak akan kecewa menggunakanku,” kata sepatu 1
“Hey kenapa tidak aku saja, kau akan nampak berbeda,” sahut sepatu 2
“Hey aku saja, aku akan membuat tampak lebih lucu dan imut,” sapa sepatu 3
“duh, yang mana ya….?”, dia mulai bertanya kepada dirinya
“aku saja..aku saja..aku saja…”, teriak2 sepatu itu bergantian
“hmmm…aku sudah memilih..”, dia memutuskan
“pasti aku..”, sahut sepatu 1 dengan pedenya
“enak saja, itu aku…” sahut sepatu 2 juga
“………………………”, sepatu 3 diam saja
“aku memilih untuk memikirkannya nanti saja.:))”, jawab dia dan meninggalkan ketiganya.
Kemudian tentang natal di tahun ini…hmmm…ya sejujurnya harapan gw pada natal simpel2 aja. Kedamaian bagi dunia. Ya dan itu di tahun kemarin juga gak kejawab. Natal kemarinĀ malah gw gunakan untuk mengakhiri sebuah hubungan dengan seseorang. Tapi natal kali ini gw coba berharap terhadap harapan2 yang spesifik (tetap kedamaian dunia termasuk di dalamnya). Saat gw mengetik ini gw udah mengucapkan harapan2 gw.
Klo seseorang sih natal ini berharap turun salju. Sebenarnya tak usah berharap pun salju pasti turun. Tapi jelas bukan di jakarta ini. Mungkin melihat salju di jaya wijaya akan begitu menarik (teringat aku tawaran kerja di sana).
2 comments December 17, 2009