Minggu yang Nggak Begitu Sesak

Sekarang hari Senin. Kemaren hari Minggu. Sekarang gw nggak kuliah gara - gara datangnya telat. Gw pikir dosennya bakal telat ataupun nggak keliatan seperti biasanya. Ya udahlah telat. Tapi alasan lain kenapa gw telat adalah karena gw bangun kesiangan. Jam 7 pagi lewat 4 menit kira - kira. Mandi dll. Sehingga gw tiba di kampus jam 8an. Beberapa teman gw juga ada yang telat. Tapi ya sudahlah.

Kemaren malam nonton bareng. Bukan nonton bioskop atau nonton orkes kampung seperti biasanya. Tapi nonton acara musik seperti biasanya. Klo anak SMA sini bilang PENIS PENSI. Tapi emang sebenarna nama acaranya emang PENSI. Baik begini acaranya kemaren.

Nama Acara : Pensi SMA 17

TTL : Surabaya, 11 Mei 2008

Pendukung Acara : Beberapa Band SMA yang nggak jelas, beberapa band SMA yang jelas, Silly Voice, Plat -L, De-Six, Never Ending Story, dan Bintang Tamu yang sebut saja Bunga The Changcuters.

Penonton : Rame..rata2 nggak ada yang gw kenal..anak SMA surabaya kebanyakan..

Pembawa Acara : Banci Salon Penyiar dari EBS ef.em dan beberapa cewe cantik..

Pembawa Minuman : Tukang Jual Minuman

Perlengkapan : Satu set Mobil Pemadam Kebakaran (Klo - klo ada kebakaran..y enggak lah..), Seng2 Pembatas, Panggung, dan masih banyak lagi..

dlsb.

Kronologis Acara

Gw dan Ajie datang ke Delta kira2 pukul 6 lebih. Gw pikir Ika dan Resita sudah ada di Delta sebelumnya. Ternyata belum. Jadi kami menunggu mereka dahulu. Parkiran sesak. Sembari menunggu kami mengambil tiket dahulu. Akhirnya mereka datang. Tapi tetap aja, nggak langsung masuk. Mau ke Delta dulu katanya. Ya sudah deh..ke Delta dulu. Di Delta gw dan Ajie ya udah bengong2. Nggak tau mesti ngapain. Sebenarnya tau mesti ngapain. Tapi malas aja nemenin terus. Aneh aja. Sebenarnya klo nemenin cewe belanja sih gw udah sering. Dulu waktu ibu gw pergi ke pasar, gw juga nemenin. Waktu masih sama si “ehmm..” juga gw temenin. Mungkin di sini alasan jelas udah beda. Oh Arnold betapa begitunya dirimu..

Di sela bengong kami menemukan mas Yanuar, alumni Biologi angkatan 2001. Ya lumayanlah daripada bengong mulu. Ngobrol2 dan akhirnya kami harus berpisah, karena mas Yanuar yang menjadi obat nyamuk harus memenuhi kewajibannya menjadi obat nyamuk. Ya acara bengong bersama pun dilanjutkan kembali. Tapi akhirnya selesai juga belanjanya.

Kemudian aktivitas yang kami lakukan adalah mengantri. Untuk antriannya sendiri panjang sangat. Yang gw butuhkan saat itu adalah sabar. Gw dan teman2 pun berhasil. Horee…Akhirnya masuk ke dalam juga.

Setelah masuk, kami pun mencari tempat untuk melihat dengan baik. Kami memutuskan untuk maju ke depan di dekat panggung. Semuanya terlihat jelas di tempat kami duduk. Gw bisa melihat monas dan patung selamat datang..(kok??). Lalu setelah kami duduk kami disuguhi musik anak SMA yang nggak jelas. Saat itu mereka bergaya anime. Bercosplay. Membawakan lagu milik BOA(?) dan AKG yang negbawain sountracknya Naruto. Kekurangan dari penampilan mereka. Vokalis dan suara pas2an dan nampaknya tidak mengenal nada. Klo musik sebenarnya bagus, namun terdengar ada yang salah.

Kemudian band SMA berikutnya adalah dari SMA 2, The Cubes (gw pikir The Teletubbies..). Secara umum, cara bermusik mereka bagus dan baik. Namun saat ngebawain lagu Rolling Stones yang mirip sama lagu The Changcuters yang “I Love U Bibeh” (nggak kebalik..). Vokalisnya kurang goyang. Kurang enerjik. Terus band SMA terakhir yang entah lupa dari mana asal muasal sekolahnya ngebawain dua lagunya sendiri yang entah apa itu. Tapi musiknya bagus.

Lalu setelah parade band2 SMA masuklah band2 lainnya. Pertama yang bermain adalah Silly Voice. Lumayan asik walau gw baru pertama ngedengar mereka. Aksi ngeroll gitarnya sering sekali. Vokal yang ngebawa gitar suaranya khas, mirip sama vokal Tom Blink atau vokalnya NFG. Ya asiklah.

Kemdian aksi berikutnya dilanjutkan oleh Plat L. Pertama gw kira, ini band lawak ternyata eh ternyata band metal ya..(tapi kok..???). Ngebawain lagu jenuh dan lagunya sendiri. Untuk lagu “jenuh”nya memang membuat gw cukup jenuh. Belum lagi aksi mereka yang meminta “misuh” bareng - bareng (geje..). Ya sudahlah untuk mereka, selain aksi gitar dan basnya yang cihuii..

Aksi berikutnya dilanjutkan oleh De-Six. Satu lagi band ajaib yang suka ngebawain lagu orang pas manggung. Dan yang paling parah serasa pemilik asli lagu tersebut. Yang parah sebenarnya penontonnya, udah tau itu lagu orang masih aja ngikut2 nyanyi. Mereka ngebawain lagu Nidji ang Biarlah, Mulan Jameella yang Mahluk paling sexy dan satu lagi yang nggak gw tau namanya, juga lagu yang sebel..sebel..sebel..(nggak tau apa coba). Yang bagus dari mereka ya ada cewe2nya dan yang sangat nggak penting adalah vokalis cowo-nya yang meliuk - liuk kayak cewe.

Lalu band berikutnya yang cukup gw tunggu - tunggu (tapi nggak gw begitu tau lagunya)., yaitu Never Ending Story. Mari ber- emo2 ria. Musik mereka bagus. Scream vokalnya juga asik sekali. Namun saat itu bassis yang digunakan adalah bassis Silly Voice. Nampaknya NES belum mendapatkan pengganti dari Alm. Josh.

Dan Aksi terakhir yang ditunggu - tunggu saat itu, yaitu The Changcuters (bukan the changcuters band..). Aksi panggungnya mantap. Tria cs. Membawakan beberapa lagu yang cukup handal. Pertama mereka memulai dengan membawakan Silat Lidah (pandai kau bersilat lidah..), kemudian dilanjutkan dengan Awas angkot yang aktraktip. Lagu berikut yang dibawakan adalah Pria Idaman Wanita, disusul Hey Nona, Stokelan Blues, I Love U Bibeh, Gila - Gilaan dan terakhir Racun Dunia. Changcuters mampu menggerakkan para penonton. Aksi mereka kerenlah. Apalagi aksi kayak power ranger yang pas mereka mengumpul di tengah.

Siplah.

Just Another Story of Our Enviroment

Karena gw nggak begitu gaco berbahasa inggris, maka cuma judulnya aja yang gw kasih bahasa inggris.

Begini ceritanya. Di suatu desa yang terletak jauh di Jawa Timur adalah sebuah sungai yang dikenal sebagai Bengawan Solo. Sungai ini mengalir dari Solo hingga bermuara di daerah Jawa Timur.

Seperti yang kita ketahui, sungai memiliki banyak kegunaan bagi manusia. Buat sarana transportasi, buat sumber air minum dan lain sebagainya. Namun kata kegunaan di sini nggak selalu berarti positif buat lingkungan itu sendiri.  Sesuatu yang lebih kecil dari sungai seperti kali misalnya, bisa jadi sarana buat buang limbah rumah tangga.

Nah, yang namanya sampah juga limbah. Di desa itu, klo mau buang sampah buangnya di sungai. Langsung buang aja gitu. Makanya wajar aja pas gw nyari2 yang namanya tempat sampah nggak ketemu - ketemu.

Yang ada gw mau coba berbuat sesuatu dengan mengumpulkan sampah - sampah tersebut di suatu titik eh malah dibuang ke sungai juga ama warga di sana. Satu hal yang membuat ini semua nggak mengherankan adalah kepala desa di sana juga menyarankan teman gw buat buang sampah - sampah ke sungai aja.

Betapa oh Betapa..

Klo udah kayak gitu apa yang harus dilakukan. Mencoba mengingatkan entar dibilang ”siapa lo?”. Tapi ini belum gw coba. Klo di kawasan lingkungan dimana gw sering beredar, gw sih berani aja. Tapi di kampung orang yang adat dan sopan santun nya aja gw nggak tau. Eh entar tiba - tiba ditikam gw. Berabe urusannya.

Gw jadi agak ragu, ketika orang - orang sana (2 -3 orang) yang penyataannya mendukung konservasi, berasap - asap ketika berbicara lingkungan tapi nyatanya buang sampah aja masih ke sungai. Yang gw tau semua adalah masalah yang kaitannya nggak jauh dengan yang namanya duit.

Gw harap lingkungan kita bisa menjadi lebih baik.